031-99043013 | 085607001721 | BBM : DABD3258 info@intanaya.com

Intanaya Tour Travel Umroh Haji Surabaya –

Kasus telantarnya 49 jemaah umrah yang berangkat menggunakan biro perjalanan asal Jember, mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik (Amphuri) Jatim, Fauzi Mahendra.

Dari catatan yang ada di Amphuri, travel penyelenggara atas nama Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) asal Jember, Jatim, ternyata tidak masuk dalam anggota Amphuri. “Sehingga kami tidak bisa melakukan sanksi apapun. Tapi kami sudah koordinasi degan Kanwil Kementrian Agama Jatim untuk mengambil langkah agar peristiwa ini tidak terulang lagi,” jelas Fauzi kepada umkmnews.com, Selasa (26/5).

Diungkapkannya, saat ini pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan dengan Kanwil Kemenag, agar sebagai regulator mengeluarkan aturan batas minimal biaya umrah. Sehingga bila ada penawaran biaya umrah murah bisa dihindari oleh konsumen dan masyarakat. Karena memang pada kenyataannya, bila harga biaya umrah murah dan sangat tidak masuk akal, pasti akan berimbas pada masalah pelayanan yang buruk.

“Itu (travel agency) sudah banyak contoh. Karena harga murah, berpotensi layanan umrah buruk dan bermasalah,” lanjut Fauzi mengatakan dengan tegas.

Dari hasil penelusuran Amphuri Jatim, harga yang ditawarkan PT JMBI untuk ke 49 jemaah itu hanya sekitar Rp 16,5 juta per orang. Harga itu terlalu murah, mengingat minimal biaya umrah saat ini adalah sekitar 1750 dolar Amerika Serikat (AS) atau dengan kurs Rp 13.000 per 1 dolar AS, menjadi sekitar Rp 22,75 juta. “Harga itu sudah minimal,” cetusnya.

Biaya umrah sendiri, sekitar 60 persennya ada pada biaya tiket penerbangan berangkat dan pulang. Sekitar 35 persen untuk akomodasi hotel dan makan. Sekitar 5 persennya biaya pengurusam izin dan visa. Sementara biro perjalanan, mengambil keuntungan dari margin akomodasi, yang umumnya berkisar sekitar 3 persen. “Memang kecil sih, tapi dengan jumlah jemaah yang besar, akan terasa angkanya,” ungkap CEO Isbir Tour and Travel Umrah dan Haji itu.

Seperti dikatakan Fauzi, di Jawa Timur sendiri sudah ada 80an travel yang belum tergabung Asosiasi sedangkan yang tidak memiliki izin ada sekitar ratusan travel. Namun demikian, pemberlakuan sanksi akan segera diterapkan oleh pihak kemenag terkait permasalahan jamaah yang terlantar tersebut. Sementara, terkait jamaah yang tak jelas kemana arah tujuannya, pihak Isbir mengatakan, itu tergantung travel agency lainnya. “Juga tergantung pada jamaahnya, mereka mau milih travel dengan promo murah dan tidak jelas,” ucap fauzi.

Sekadar diketahui, penjualan umrah naik sekitar 150-200$ tiap tahunnya. Permintaan umrah start awal-pertengahan bulan puasa. “Harga tiap ramadhan naik hingga tiga kali lipat dan itu yang menyebabkan penurunan jamaah sekitar 30 persen. Untuk bulan puasa ini ada sekitar 250an diantaranya 180an itu paket silver dan sisanya campur,” tandas pria muda berkacamata ini.

Sumber yang dikutip oleh Intanaya Tour Travel Umroh Haji Surabaya

Facebook

Twitter