031-99043013 | 085607001721 | BBM : DABD3258 info@intanaya.com

Alhamdulilah, kita akan memasuki bulan muharram 1437 atau di tahun 2015 ini. Ada sedikit tausiyah dari Ustadz Abi Arif, pembina kami di Intanaya Tour Travel Umroh Surabaya mengenai apa yang sebaiknya dilakukan atau diamalkan pada bulan ini.

KAJIAN BULAN MUHARRAM #1

Beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan pada bulan Muharram.

1. Perbanyak Amalan Shalih dan Jauhi Maksiat

Dalam Surat At-Taubah, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٣٦﴾

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi (menganiaya) diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S.9:36)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang tafsir firman Allah Ta’ala dalam Surat At Taubah ayat 36: “…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…”;

Bahwa Allah telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir)

Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Allah melebihi bulan selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Allah pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur’an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Allah dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

Qotadah rahimahullah juga mengatakan, “Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut.

Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya.”

KAJIAN BULAN MUHARRAM #2

2. Perbanyaklah Puasa

Puasa bulan Muharram adalah paling bagusnya puasa setelah Ramadhan. Oleh karena itu di sunnahkan memperbanyak puasa di dalamnya.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

“Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Siapa yang puasa di akhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama di bulan Muharrom Allah SWT jadikan sebagai kafaroh (penebus dosa) 50 tahun dan sehari puasa di bulan Muharram seperti puasa 30 hari.”

Imam Ghozali menyebutkan dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, hadist dari Nabi SAW:
“Siapa yang puasa 3 hari (hari Kamis, Jum’at, Sabtu) di bulan Muharram, maka Allah SWT menulis bagaikan orang yang beribadah 700 tahun.”

Para salaf pun sampai-sampai sangat suka untuk melakukan amalan dengan berpuasa pada bulan haram.
Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah mengatakan: “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Lathaa-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab).

Para salaf di kota Tarim Hadramaut sangat menjaga dan menghimbau memperbnyak puasa di bulan Muharram terutama pada hari pertama. Hari kesembilan (Tasu’ah) dan kesepuluh (‘Asyuro).

3. Puasa ‘Asyuro (10 Muharram)

Hari ‘Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamaannya oleh Rasulullah, sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

“Aku tidak pernah melihat Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu bentuk menjaga keutamaan hari ‘Asyuro adalah dengan berpuasa pada hari tersebut.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, Ketika Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa ‘Asyuro, mereka mengatakan, “Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah” (HR. Bukhari)

Rasulullah menyebutkan pahala bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah ‘Asyuro, sebagaiamana riwayat dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyuro. Kemudian beliau menjawab, “Puasa Asyuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat” (HR. Muslim)

Note:
– puasa sunnah akhir bulan Dzulhijjah pada Selasa 13 okt 2015.
– puasa sunnah 1 muharram pada Rabu 14 okt 2015.
– puasa sunnah Tasu’ah (9 muharram) pada kamis 22 okt 2015.
– puasa sunnah Asyuro (10 muharram) pada jumat 23 okt 2015.

KAJIAN BULAN MUHARRAM #3

4. Puasa Hari Tasu’ah (9 Muharram).

Disunnahkan puasa pada hari Tasu’ah (tanggal 9 Muharram), berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas ra, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

“Jika saya masih hidup tahun depan, niscaya saya akan puasa hari sembilan bulan Muharram” (HR Muslim). Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat sebelum tanggal tersebut.

Hikmah puasa pada hari Tasu’ah tsb adalah supaya berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.

Oleh karena itu, orang yg tidak puasa Tasu’ah disunnahkan berpuasa pada tanggal 11 nya, karena ada hadis mengenai hal itu (Fathul Muin).

Dalam kitab Al-Um disebutkan: Tidak apa-apa jika melakukannya (berpuasa) tanggal 10 Muharram saja.

5. Meluaskan pemberian/belanja kepada keluarga.

At-Thabarani dan Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Said radhiyallohu anhu:

من وسع على عياله يوم عاشوراء وسع الله عليه في سنته كلها

“Barangsiapa yang meluaskan belanja/ pemberiannya kepada anak keluarganya pada hari Asyuro (10 Muharram), maka Allah akan meluaskan rizkinya sepanjang tahun itu.

Sufyan bin Uyainah berkata: Kami telah mencoba mengamalkan tuntunan hadits ini selama 50 atau 60 tahun, dan benar-benar terjadi demikian (yakni barangsiapa yang melapangkan rizki keluarganya di hari Asyuro maka Allah meluaskan rizkinya selama setahun itu). (Kitab irsyadul ibad ila sabilir rasyad)

KAJIAN BULAN MUHARRAM #4

6. Memperbanyak dzikir di bulan Muharram.

Al-Habib Ahmad bin Hasan al-‘Atthos mengatakan:

Sebaiknya bagi seseorang pada hari pertama di bulan Muharrom membaca ayat kursi 360x dengan di sertai Bismillah (dalam setiap kali membaca ayat kursi).

Karena dikatakan memiliki banyak keutamaan. Diantaranya dapat menjaganya dari syaithan dalam setahun.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan juga beberapa ulama seperti Syekh Karimuddin al-Kholuti mengatakan:
“Siapa yang membaca ayat Kursi di sertai Bismillah di setiap membacanya sebanyak 360x dan di akhiri dgn doa,
اللهم يا محول الأحوال حول حالنا إلى أحسن الأحوال
بحولك و قوتك ياعزيز يا متعال وصلى الله تعالى على سيدنا محمد و على آله و صحبه و سلم
allahumma ya muhawwilil ahwal hawwil hali ila ahsanil ahwal bihaulika wa quwwatika ya aziz yg muta’aal wasollollahu ta’ala ala sydna muhammadin wa ‘ala alihi wasohbii wasallam.

Doa ini sebagai benteng dan tameng kita dalam setahun dari musibah dan syaithan dsb.

7. Beberapa amalan pada hari ‘Asyuro (10 Muharram).

١. قراءة الاخلاص الف مره من قالها نظر الله اليه. ومن نظرالله اليه لم يعذبه ابدا.

a). Membaca Surat al-Ikhlas 1000 kali.

Fadhilahnya Allah akan selalu memandangnya. Barangsiapa yang dipandang Allah (dirahmati) maka tidak akan disiksa.

٢. قراءة هذه الكلمات (حسبنا الله ونعم الوكيل .نعم المولى ونعم النصير 70 مره. من قالها امن من الافات تلك السنه

b). Membaca kalimat dibawah ini 70 kali

حسبنا الله ونعم الوكيل .نعم المولى ونعم النصير
(Hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’man nashiir).
Fadhilahnya akan jauh dari bencana di tahun itu.
٣. صلاة الضحى 4 ركعات يقرا في كل ركعة 50 من الاخلاص. من عملها كان محفوظا طول السنين

c). Sholat dhuha 4 rokaat. Setiap rokaat baca surat al-Ikhlas 50 kali.
Fadhilahnya, barangsiapa yang mengerjakannya akan terjaga dirinya sepanjang tahun.

KAJIAN BULAN MUHARRAM #5

8. Muhasabah/ Introspeksi Diri

Hari berganti hari dan bulan pun silih berganti. Tidak terasa pergantian tahun sudah kita jumpai lagi. Semakin bertambahnya waktu, maka semakin bertambah pula usia kita.
Perlu kita sadari, bertambahnya usia akan mendekatkan kita dengan kematian dan alam akhirat.

Sebuah pertanyaan besar: “Semakin bertambah usia kita, apakah amal kita bertambah atau malah dosakah yang bertambah ?”

Pertanyaan ini hendaknya kita jadikan alat untuk muhasabah atau introspeksi diri kita masing-masing.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan:

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masa hidupku berkurang, namun amal shalihku tidak bertambah.”

Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menuju perjalanan yang panjang di akhirat kelak dengan amalan-amalan shalih?

Sudahkah kita siap mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang kita di hadapan Allah kelak?
Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Alhasyr:18)

Ibnu Katsir ra berkata tentang tafsir ayat ini: “Yaitu, hendaklah kalian menghitung-hitung diri kalian sebelum kalian di-hisab (pada hari kiamat)…… dan perhatikanlah apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian.”

Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik untuk tetap teguh berada di atas jalan kebenaran-Nya, bersegera untuk melakukan instrospeksi diri sebelum datang hari di-hisab-nya semua amalan, dan menjauhkan dari perbuatan maksiat yang bisa membuat noda hitam di hati kita. Wallahu a’lam.
(28 Dzulhijjah 1436)

 

Facebook

Twitter